Bangau da Café

Komunitas SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG
 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  Log in  

Share | 
 

 Cerita Motivasi : Ingin Menyerah

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
suherman
JuRaGan CaFe
JuRaGan CaFe


Number of posts : 2171
Age : 42
Domisili : Bandung
THN Lulus : 1992
KLS terakhir : 3-2 A-1
Registration date : 2007-04-19

PostSubject: Cerita Motivasi : Ingin Menyerah   Tue May 08 2007, 13:41

Tia sangat kecewa ketika mendapati kenyataan bahwa hampir semua
rencana yang selama ini dibuatnya ternyata tidak terlaksana. Awal
2006, rencana serupa pernah dibuatnya, tapi gagal total.

Pada 2007, kembali Tia membuat rencana yang sama, tapi baru berjalan sebulan, belum juga terlaksana. Dia jadi putus asa dan malas. Ambil contoh salah satu rencananya yaitu ingin tidak terlambat masuk kerja. Tapi selama Januari saja dia hanya berhasil empat kali tidak terlambat. Dia merasa sangat sulit berangkat lebih pagi karena banyak yang harus dibereskan dulu.

Belum lagi rencananya untuk berolah raga lari pagi di sekitar
kompleks perumahan setiap Sabtu dan Minggu pagi, sampai kini juga
belum pernah sekalipun dilakukan. Selama ini selalu ada saja
alasannya. Yang masih mengantuklah, yang capailah, yang sedang
kurang enak badanlah, yang mau ke pasar, dan setumpuk alasan lain.

Ada lagi masalah kerapian meja kerjanya. Awal tahun ini Tia sudah
mulai membersihkan meja kerjanya agar tidak berantakan lagi. Hari
pertama sih bisa bersih. Tapi, sorenya mulai ada sehelai dokumen
yang belum sempat disimpan dan untuk sementara diletakkan begitu
saja di meja kerjanya.

Keesokan harinya, di atas meja kerjanya bertambah beberapa dokumen
lain yang belum sempat dibacanya dan ditumpuk di meja karena
rencananya keesokan harinya akan dibaca. Eh, ternyata keesokan
harinya banyak rapat sehingga tidak sempat membacanya. Hari itu,
muncul lagi beberapa dokumen. Hari kelima, meja kerjanya sudah
berantakan lagi.

Karena kesal, seperti biasa, Tia memasukkan tumpukan dokumen
tersebut ke dalam laci meja atau lemari yang terletak di
belakangnya. Dari luar, tampaknya meja kerjanya bersih, tapi dalam
laci dan lemarinya ternyata seperti kapal pecah.

Di dalam laci dan lemarinya, segala macam kertas bertumpuk-tumpuk,
dari dokumen yang sangat penting hingga surat tagihan kartu kredit,
atau tiket parkir yang sama sekali tidak penting.

Tia kadang-kadang membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk
mencari salah satu dokumen penting. Masalahnya, dia harus
mengeluarkan semua tumpukan kertas tersebut terlebih dahulu baru
mencari dokumen yang diperlukan. Memang repot sih, tapi sudah dua
minggu Tia tidak berusaha merapikan lagi. Percuma, katanya.

Siang tadi atasannya bercerita. Beliau paling tidak suka olahraga,
tapi anak laki-lakinya yang masih duduk di bangku SD ternyata punya
hobi bermain bulu tangkis. Anaknya selalu mengajak sang ayah untuk
bermain bulu tangkis setiap malam. Untuk menemaninya berlatih.
Meskipun terpaksa, beliau mau juga. Demi kemajuan anaknya. Beliau
menceritakan betapa tersiksanya setiap malam harus bermain bulu
tangkis. Sudah lelah bekerja, masih harus bermain bulu tangkis
dengan anaknya, terlebih lagi beliau sebenarnya tidak bisa dan tidak
suka bermain bulu tangkis.

Jadi ketika bermain, beliau sering kalah. Entah sudah berapa kali
beliau ingin menyerah dan berhenti main. Tapi melihat anaknya sangat
senang, beliau tidak tega.

Apalagi, katanya, beliau ingat Richard DeVos, pendiri dan mantan
presiden Amway Corporation, yang pernah mengatakan: “Keinginan untuk
berhenti adalah penghalang terakhir antara Anda dan impian Anda.”
Mengingat kata-kata itu, beliau terus berlatih bulu tangkis. Setiap
malam. Biarpun kadang-kadang malas, dipaksakannya juga. Eh, lama
kelamaan jadi timbul rasa suka. Sekarang, katanya, beliau dan
anaknya sudah cukup mahir, malah sudah pernah ikut lomba bulu
tangkis di lingkungan RW. Menang lagi. Kunci suksesnya “Tidak boleh
berhenti.” Berlatih terus sampai bisa. Ingat kata-kata Richard
DeVos, katanya.

Tia jadi bersemangat lagi mendengar cerita itu. Selama ini Tia
sadar, setiap mau merapikan mejanya, dia seringkali menuruti
perasaan malasnya. Akhirnya dia menyerah dan berhenti merapikan
meja. Padahal kalau tiap sore dirapikan, tidak berat kok. Yang bikin
berat kan kalau ditumpuk?

Setiap akan lari pagi, sebenarnya Tia juga merasa malas. Akhirnya
dia berhenti berusaha dan tidak pernah lari pagi. Padahal rencana
itu kan tidak sulit. Tinggal keluar rumah dan lari pagi sebelum ke
pasar. Kalau dipaksakan pasti bisa.

Begitu pula disiplin untuk berangkat lebih pagi agar tidak terlambat
ke kantor. Sebenarnya kalau mau jujur, bisa sih berangkat lebih
pagi. Urusan rumah bisa dikerjakan malam sebelumnya. Tidak ada yang
mendesak sekali. Sebetulnya tinggal diatur saja. Tapi dia sudah
berhenti berusaha.

Tia ingin menjalankan rencananya lagi. Tiap malam dia akan
membereskan segala sesuatu agar keesokan harinya bisa berangkat
lebih pagi. Dia akan terus melatih dirinya dan tidak akan berhenti
berusaha.

Setiap Sabtu dan Minggu pagi, dia akan lari pagi dalam perjalanan ke
pasar yang tidak terlalu jauh. Sekalian langsung belanja. Tiap sore
dia akan merapikan meja kerjanya sebelum pulang. Dia berniat tidak
akan pulang sebelum mejanya rapi. Pokoknya sekarang dia tidak mau
gampang menyerah. Tidak mau berhenti berusaha. Sampai berhasil.
Never quit!

Sumber: Ingin Menyerah oleh Lisa Nuryanti, Director of Expands
Consulting & Training Specialist In House Trainings for Handling
Complaints, Customer Satisfaction, Soft Skill

_________________

Hidup itu SULIT, mengapa kita harus membuatnya menjadi lebih SULIT lagi ?
Back to top Go down
View user profile http://suherman.lifeme.net
suherman
JuRaGan CaFe
JuRaGan CaFe


Number of posts : 2171
Age : 42
Domisili : Bandung
THN Lulus : 1992
KLS terakhir : 3-2 A-1
Registration date : 2007-04-19

PostSubject: Re: Cerita Motivasi : Ingin Menyerah   Tue May 08 2007, 13:54

N.B. Terus terang cerita diatas menginspirasikan sesuatu buat aku. Banyak cerita 'kemalasan' yang sama banget ama yang terjadi pada diriku Smile

Semuanya karena 'malas' dan 'mimpipun' melayang Sad

_________________

Hidup itu SULIT, mengapa kita harus membuatnya menjadi lebih SULIT lagi ?
Back to top Go down
View user profile http://suherman.lifeme.net
Levin
Mayor Jendral
Mayor Jendral


Number of posts : 385
Age : 26
THN Lulus : Belum Lulus Juga
KLS terakhir : Skrg sih Xii - C
Registration date : 2007-04-21

PostSubject: Re: Cerita Motivasi : Ingin Menyerah   Mon May 21 2007, 20:13

Wah pa, panjang banget bacaannya.. Saya cuma bisa baca 1 paragraf... Hehehe... Ternyata saya juga cukup malas untuk ngebaca cerita motifasi kaya gini.. Kapan bisa termotifasinya ya? Hehehe
Back to top Go down
View user profile
tjianx
Letnan Kolonel
Letnan Kolonel


Number of posts : 143
Age : 38
Domisili : Bandung
THN Lulus : 1996
KLS terakhir : III-1 A1
Registration date : 2007-05-05

PostSubject: Re: Cerita Motivasi : Ingin Menyerah   Sun May 27 2007, 15:31

BELAJAR DARI ANGSA


"Our vision and mision will only be achieved if we are working together as a team."


Di negara-negara yang mengenal empat musim, pada musim gugur Anda akan mudah melihat

rombongan burung sejenis Angsa (bukan Angsa yang kita kenal di sini) terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang selalu dengan formasi berbentuk huruf "V". Penelitian menunjukkan beberapa fakta yang menarik, mengapa

mereka membentuk formasi itu?


Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya dukung" bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus 'dinding udara' di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.
Refleksi:
Ini membuktikan bahwa teamwork bukanlah jargon klise semata. Komunitas Angsa memberikan pelajaran akan naluri dasar, membentuk teamwork, yang berharga buat kita semua. Apabila orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka, maka sudah pasti dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain. Kesadaran sosial kita jauh lebih tinggi dari naluri dasar Angsa, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk sulit bekerjasama. Masa kita kalah dengan Angsa?
Back to top Go down
View user profile http://www.tjianx2t.com
bai
Moderator
Moderator


Number of posts : 581
Age : 28
Domisili : Nordhausen,Jerman
THN Lulus : 2006
KLS terakhir : 3-6 WK: Ibu Sarmauli S.SoS
Registration date : 2007-04-20

PostSubject: Re: Cerita Motivasi : Ingin Menyerah   Sun May 27 2007, 18:42

hahaha...iya sih...biasanya karena malas......mo belajar malas...tp begitu maen lgsg semangat..aneh..hauhaua..

belajar stgh jam doank uda rasanya 12 jam...ngantuk..maen seharian koq masih terasa kurang...pusing sayah..hauha../hmm

_________________
love,money,and all u want can make u happy..but only Jesus can make you feel comfortable everyday..
Back to top Go down
View user profile http://www.friendster.com/estbailey
Sponsored content




PostSubject: Re: Cerita Motivasi : Ingin Menyerah   Today at 07:05

Back to top Go down
 
Cerita Motivasi : Ingin Menyerah
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» abu hanan &mr.ok : Kisah kontroversi cerita Ka'bah di Mekah
» Cerita Kisah Mualaf Cina Mengharu Biru
» Surga Gay di Tanah Dijanjikan Tuhan
» SYEKH ABDUL QODIR AL JAELANI MENGHIDUPKAN ORANG MATI
» Ke Arab, Siap-siap Diperkosa Jiwa dan Raga

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Bangau da Café :: CAFE :: Buku, Cerita, Gambar, dan Kartun-
Jump to: